SMS Kunci Jawaban UN Dihargai Rp50 Ribu

Sejumlah peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat Kota Bengkulu mengaku memiliki kunci jawaban soal UN untuk seluruh soal yang diujikan. Bak sudah memegang jaminan kelulusan, sejumlah pelajar menggantungkan nasibnya pada SMS itu tanpa harus belajar ekstra keras menghadapi UN.

Fenomena ini diakui, RF, salah seorang pelajar SMAN Kota Bengkulu. Berbekal uang Rp50 ribu, RF bisa membayar satu pesan singkat kunci jawaban berupa pesan singkat (SMS) dari oknum penyebar kunci jawaban. "Satu mata ujian bayarnya Rp50 ribu, Bang. Pagi-pagi sebelum ujian diterima di handphone, terus disalin di kertas. Karena tidak boleh bawa handphone ke ruangan," ujar RF kepada VIVAnews, Rabu 16 April 2014.

Menurut RF, kabar mengenai kunci jawaban tersebut sudah beredar di sekolahnya tiga hari sebelum pelaksanaan UN. Karena itu, ada sebagian siswa sudah sama-sama berembuk untuk saling sokong uang untuk membayar seluruh soal yang diujikan. Dengan perjanjian, kunci jawaban akan dikirimkan setiap pagi sebelum ujian berlangsung.

"Empat kunci jawaban saja perlu uang Rp200 ribu, tidak semua siswa mampu membayar. Jadi kami ada yang saling sumbangan uang masing-masing Rp50 ribu kalau ingin dapat empat kunci jawaban, nanti baru bagi-bagi," tutur RF.

RF dan rekannya meyakini, kunci jawaban tersebut mendekati 75 persen kebenaran. Sebab, ketika dicocokkan dengan soal yang diujikan, sebagiannya memang persis dengan yang tertera di kunci jawaban milik mereka. "Percaya sepenuhnya tidak, tapi kan ada usaha Bang. Mudah-mudahan dengan ini bisa membantu kelulusan, karena soalnya sulit-sulit," ujar RF yang menolak membeberkan oknum penyebar kunci jawaban tersebut.

Berbeda dengan RF, siswa siswi salah satu SMKN Kota Bengkulu, HS, justru menilai kunci jawaban yang beredar di kalangan siswa peserta UN tidak bisa dipercaya. Ia mengakui sempat membeli kunci jawaban via SMS tersebut. Namun, ketika dicocokkan dengan soal, tidak ada yang benar.

"Awalnya percaya dengan kunci jawaban, karena banyak kawan-kawan yang pegang. Tapi setelah dicermati, tidak ada yang benar," ujar HS.

Menurut HS, kunci jawaban yang beredar di kalangan siswa, sangat dirahasiakan. Karena sejumlah siswa memahami risiko yang terjadi bila kunci jawaban tersebut beredar di tangan yang salah. "Biasanya udah dipakai kunci jawaban, SMS-nya langsung dihapus. Takut ketahuan nanti. Yang pasti, kalau saya sudah tidak percaya lagi, mending belajar sendiri," ujar HS.

Terpisah, Ketua Panitia Penyelenggara UN Dinas Pendidikan Provinsi Bengkulu Raden Wahyu membantah keras adanya kebocoran soal dan kunci jawaban di kalangan siswa. Sejauh ini, belum ada temuan ataupun laporan yang berkaitan dengan kunci jawaban di kalangan siswa. Kalaupun ada, Wahyu menilai, sangat tidak mungkin dipercaya. Karena soal UN tahun ini, per siswanya tidak seragam, terdiri dari 20 paket soal yang berbeda.

"Kami selalu imbau ke seluruh siswa jangan percaya kunci jawaban yang beredar. Apapun bentuknya, itu menjebak. Satu-satunya kunci utama keberhasilan UN adalah belajar yang giat. Jadi jangan percaya oknum yang menyebar kunci jawaban," tegas Wahyu.

Setelah ujian nasional ini selesai mari kita mendaftar SBMPTN 2014 untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya, yaitu menuju universitas impian kita. Untuk mendaftarnya silahkan klik disini.
Jika mau melihat pengumuman SNMPTN 2014 silahkan klik disini.

Tes CPNS 2014 Mirip dengan SNMPTN

DENGAN dalih menghemat anggaran negara, meminimalisir kecurangan, dan tak mau ribet, tes CPNS 2014 akan menggunakan computer assisted test (CAT). Cara konvensional, yakni dengan menggunakan lembar jawab komputer, hanya diterapkan khusus bagi daerah-daerah yang belum siap.

Nah, bagaimana pemerintah mempersiapkan perangkatnya? Berikut petikan wawancara JPNN Mesya Mohammad dengan Deputi SDM KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja, kemarin (12/4).

Pemerintah sudah siap melaksanakan CAT tahun ini?

Sebenarnya metode CAT sudah mulai diujicoba tahun lalu kan. Alhamdulillah hasilnya luar biasa bagus, karena minim komplain dari pelamar. Bahkan pelamar puas dengan hasilnya karena mereka bisa langsung melihat hasil kerjanya.

Dijamin bersih dari kecurangan?

Inilah yang membuat pemerintah mengambil keputusan digunakan CAT. Anda tahu sendiri, betapa ribetnya bila kita tetap berkutat pada metode LJK. Selain menelan anggaran besar, metode LJK sangat rawan kecurangan. Seketat apapun kita melakukan pengamanan, tetap ada celah bagi oknum-oknum nakal untuk berbuat curang.

Kalau CAT, bagaimana bisa dicurangi karena pelamar bekerja di komputer dan skornya langsung terbaca setelah selesai menjawab seluruh soal.

Apa seluruh daerah siap?

Tahun ini seluruh instansi pusat dan 33 provinsi serta kota sudah kita wajibkan CAT karena infrastrukturnya sudah memadai. Sedangkan daerah kabupaten sedang dibuat check list mana-mana yang minim infrastrukturnya.

Untuk pembuatan daftar ini, KemenPAN-RB bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta Badan Kepegawaian Negara (BKN). Nantinya Kemendikbud akan memetakan wilayah mana yang sekolahnya punya laboratorium komputer. Dengan adanya lab komputer akan membantu pemda dalam pengadaan seleksi CPNS. Pemda tidak perlu lagi membeli komputer karena di sekolah sudah ada. Dengan demikian jika tiap kabupaten ada sekolahnya yang dilengkapi lab komputer, otomatis seluruh kabupaten juga harus melaksanakan CAT.

Bagaimana jika ada daerah yang memang belum siap?

Namun ketentuan ini tidak pakem, karena kita harus mempertimbangkan wilayah-wilayah timur dan daerah tertinggal yang letak geografisnya berbeda-beda. Yang sulit dijangkau, kita masih berikan kelonggaran menggunakan LJK. Tahun lalu saat CAT dilakukan instansi pusat, ada pelamar yang namanya dobel kelulusannya. Apakah tahun ini ada perbaikan mekanisme pendaftarannya pak?

Yang dobel-dobel itu memang jadi pertimbangan pemerintah juga. Itu sebabnya, tahun ini pendaftarannya kita gunakan sistim on line. Jadi sekarang kita arahkan pada pemanfaatan teknologi. Bagaimana sistimnya, sedangkan dirumuskan oleh BPPT. Nantinya setiap pelamar akan membuat dua opsi pilihan. Sistimnya mirip Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Jadi setiap pelamar hanya akan lolos di salah satu instansi saja karena disesuaikan dengan formasi yang ada.

Siapa yang akan menentukannya, ya Panselnas. Sistim ini akan lebih praktis dan terkendali karena menggunakan jalur satu pintu. Artinya Panselnas yang menentukan pelamar A (yang lulus) ditempatkan di instansi mana. Tidak seperti tahun lalu, pelamar yang diberikan keleluasaan untuk memilih instansi yang dia suka ketika namanya lulus di beberapa instansi. Padahal instansinya sama-sama membutuhkan.

Bagaimana dengan materi soalnya?

Materi soalnya tetap melibatkan Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Sedang kita pikirkan apakah akan diberlakukan sistim rayon atau afirmasi tetap ada seperti tahun lalu. Pada seleksi CPNS 2013, materi soalnya hanya disusun yang mudah, sedang, dan sulit tanpa melihat posisi daerah. Karena ternyata banyak yang tidak bisa menjawab soalnya, akhirnya kita berlakukan afirmasi. Nah tahun ini sedang dibahas bagaimana sistim paling tepat.

Kemungkinan masih ada kebijakan afirmasi?

Prinsipnya, pengalaman seleksi tahun lalu menjadi dasar perubahan kebijakan kita tahun ini. Kan tidak mungkin juga bila terus ada afirmasi sementara kita butuhkan peningkatan kualitas SDM. Itu sebabnya Konsorsium PTN tengah memetakan ini agar bisa ditentukan cara mana yang paling pas.

Namun kami juga mengimbau kepada masyarakat yang berniat ikut seleksi, sedari sekarang mulai belajar agar bisa menjawab soal dengan baik.

Unnes Kerahkan 180 Petugas Pemindai LJUN

Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman MHum saat ditemui, Jumat (11/4), mengatakan, para petugas yang merupakan dosen dan karyawan Universitas Negeri Semarang tersebut akan mengoperasikan 23 alat pemindai dengan teknologi image scanning dan opscan untuk memindai jutaan LJUN dari peserta UN se-Jateng.

"Alat pemindai itu memiliki kecepatan pindai 60 lembar per menit atau satu lembar per detik. Sehingga diharapkan dapat menyelesaikan tugas pemindaian secara tepat waktu," katanya selaku penanggung jawab pengawasan dan pemindaian UN SMA/SMK 2014 di Jawa Tengah itu.

Para petugas itu, lanjut dia, akan bekerja nonstop siang-malam. Mereka akan bertugas dalam tiga shift. Dengan alat dan pengerjaan itu, pihak Unnes menjamin pemindaian akan selesai tepat waktu.

"Kami perhitungkan enam hari saja sudah selesai. Kami bertekad untuk kembali menjadi yang tercepat dalam megirimkan hasil pindai sebagaimana tahun lalu," tuturnya.

Seperti proses pemindaian pada tahun-tahun sebelumnya, begitu selesai ujian setiap harinya lembar jawab dari berbagai kabupaten/kota dikirim ke Unnes. "Setelah proses pemberkasan, lembar jawab langsung dipindai," imbuhnya.

"Peserta UN yang terbukti melakukan kecurangan akan kami rekomendasikan untuk tidak diperhitungkan dalam seleksi masuk ke perguruan tinggi, baik Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), maupun seleksi mandiri. UN jujur dan berprestasi, itu yang meski kita kedepankan," tandasnya.

Jumlah Pendaftar SNMPTN Unnes Sudah Lebihi Tahun Lalu

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum menuturkan, jumlah pendaftar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014 ke Universitas Negeri Semarang sudah melebihi tahun lalu. Hingga Minggu lalu, jumlah pendaftar ke Unnes sebagai PTN pilihan I sebanyak 25.904 orang, sedangkan tahun lalu, jumlah pendaftar golongan ini 25.739. 

Rektor menambahkan, jumlah tersebut pasti akan bertambah, karena pendaftaran baru akan ditutup Minggu (31/3) pukul 18.00 WIB. Rektor menambahkan, tabulasi di laman SNMPTN menunjukkan pertambahan terjadi dari menit ke menit dengan jumlah yang signifikan. 

Sebelumnya dikabarkan, pendaftar beasiswa Bidikmisi melalui skema SNMPTN ke Unnes juga menunjukkan angka peningkatan. Hingga pendaftaran untuk pelamar beasiswa full study ini ditutup Jumat (28/3) pukul 18.00, jumlah pendaftar Bidikmisi ke Unnes 15.435 orang. Tahun lalu, jumlah pendaftarnya 14.915. 

Rektor juga mencatat kecenderungan para pendaftar untuk menempatkan Unnes sebagai perguruan tinggi pilihan pertama. Dikatakan, tahun lalu, perbandingan antara Unnes sebagai pilihan pertama dan kedua 25.739 banding 25.458. Bahkan tahun-tahun sebelumnya lebih banyak pilihan keduanya. 

Namun tahun ini, sementara perbandingnya 25.904 untuk pilihan pertama dan 22.896 untuk pilihan kedua. Rektor menyebut perkembangan positif tersebut menunjukkan kepercayaan masyarakat Unnes terus meningkat. 

Secara khusus, kepada calon pendaftar dia mengimbau agar mereka segera mendaftarkan diri. Berdasarkan rekaman prestasi akademik yang tercermin lewat nilai rapor dan bukti prestasi lain serta nilai Ujian Nasional, Universitas Negeri Semarang akan melakukan seleksi. 

Rektor menuturkan, hasilnya akan diumumkan umumkan 27 Mei 2014 pukul 00.00, baik di laman resmi snmptn, http://snmptn.ac.id maupun di laman Unnes, http://unnes.ac.id.

10 Persen Calon Mahasiswa Tidak Registrasi SNMPTN

Jika dirata-rata, ada sekitar 10 persen calon mahasiswa yang diterima melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) namun tidak melakukan daftar ulang atau registrasi. Hal tersebut secara tidak langsung menyebabkan berkurangnya kuota kursi yang diperuntukkan melalui jalur tanpa tes tulis tersebut. "Kalau untuk SNMPTN, rata-rata secara nasional yang tidak melakukan registrasi ada sekitar 10 persen," ujar Humas Panitia SNMPTN 2014, Bambang Hermanto, disela-sela Seminar PTN yang diselenggarakan oleh BTA SMA 8, di Jakarta, kemarin.

Bahkan, bagi PTN dan prodi tertentu yang dinilai kurang favorit, jumlah calon mahasiswa yang tidak melakukan register bisa mencapai angka 40 persen. Namun, bagi PTN-PTN besar yang selama ini digandrungi, jumlahnya bisa dangat minim. "Tapi untuk PTN-PTN besar biasanya jumlah mahasiswa yang tidak register kurang dari satu persen. Sebaliknya, untuk PTN atau prodi tertentu bisa mencapai 40 persen," ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap kepada para peserta SNMPTN untuk benar-benar memilih prodi dan PTN yang diminati. Sehingga, kuota kursi yang ada bisa diisi secara maksimal oleh para mahasiswa. "Pilihlah yang benar-benar diminati. Jangan sampai kursi jatah SNMPTN itu menjadi terbuang percuma, karena banyak anak yang juga menginginkannya," katanya. Jumlah kursi yang tidak teregister itu nantinya akan masuk menjadi tambahan bagi proses selanjutnya, yakni Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN). "Jumlah itu nantinya akan masuk menjadi kuota SBMPTN, kalau siswa lagi akan masuk ke jalur mandiri," terangnya.

Untuk mengantisipasi hilangnya kursi akibat calon mahasiswa tidak melakukan registrasi, biasanya pihak PTN menerima lebih dari jumlah kuota yang ada. "Tapi kalau nantinya semua mahasiwa melakukan registrasi, membuat pihak kampus harus memutar otak," tutur Bambang. Menurutnya, akan ada catatan tersendiri dari PTN kepada sekolah yang banyak siswanya tidak melakukan registrasi. Pasalnya, salah satu pertimbangan PTN untuk menerima siswa melalui jalur SNMPTN juga melihat dari rekam jejak sebelumnya. Dirinya mencontohkan, hal seperti itu pernah menimpa salah satu sekolah unggulan di Jawa Tengah.

"Tahun sebelumnya ada enam siswa yang diterima di PTN, kemudian tahun berikutnya tidak ada sama sekali. Setelah ditelusuri keenam anak tidak ada yang melakukan register. Oleh karena itu, PTN mungkin melakukan evaluasi dan melakuka pertimbangan-pertimbangan tertentu," urainya. Terpisah, Ketua SNMPTN 2014, Ganjar Kurnia mengatakan bahwa pendaftaran SNMPTN 2014 dibuka Senin, 17 Februari (hari ini) hingga 31 Maret. Siswa yang bisa mendaftar adalah siswa yang rekam jejak prestasinya tercatat di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Untuk itu, sekolah yang belum mengisi PDSS dihimbau untuk segera melakukan pengisian. “Sekolah masih bisa mengisi PDSS hingga 6 Maret 2014,” ungkap Ganjar. Setelah sekolah mengisi PDSS, sekolah diminta untuk memberikan password kepada siswa, agar mereka bisa memverifikasi data yang telah dimasukkan. Jika siswa tidak melakukan verifikasi maka data yang dimasukkan oleh kepala sekolah dianggap benar. Data tersebut tidak bisa diubah setelah waktu verifikasi berakhir.

Data terakhir yang dimiliki panitia, 11.836 sekolah telah mengisi PDSS. Jumlah tersebut termasuk 1982 sekolah baru. Untuk siswa, jumlah yang terdaftar adalah 2.319.050 siswa. “Jumlah dua jutaan itu termasuk siswa kelas satu. Karena sekolah diminta mengisi PDSS itu sejak siswanya di kelas 1,” terang Rektor Universitas Padjajaran itu. Share info ini dan salinglah berbagi dan mengingatkan teman2 yang membutuhkan.

Pendaftaran SNMPTN 2014 akan di mulai tanggal 17 Februari

Ketua Panitia Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) Ganjar Kurnia mengatakan pendaftaran SNMPTN 2014 akan dimulai pada 17 Februari dan berakhir 31 Maret.

"Mulai Senin, siswa yang ingin masuk Perguruan Tinggi Negeri melalui SNMPTN sudah bisa mendaftar," kata Ganjar di Jakarta, Sabtu. Siswa yang berhak mendaftar adalah siswa yang berasal dari sekolah yang sudah mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan telah mengisi data prestasi siswa di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).



Persyaratan lainnya, siswa SMA/SMK/MA/MAK yang mendaftar harus sudah mengikuti Ujian Nasional pada 2013 atau 2014, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar pada PDSS. "Siswa yang berhak mengikuti seleksi adalah siswa yang memiliki rekam jejak prestasi akademi di PDSS. Dalam hal ini, kepala sekolah yang memasukkan nilai rapor semester 1 hingga semester lima," tambah Ganjar. Kepala sekolah akan menerima kata sandi dari panitia yang diteruskan ke siswa dan siswa pelamar akan menggunakan NISN dan kata sandi tersebut untuk masuk ke situs http://snmptn.ac.id.

Siswa selanjutnya harus mengisi biodata, pilihan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), pilihan program studi, serta mengunggah pas foto di laman resmi SNMPTN tersebut. Bagi pelamar program studi bidang ilmu seni dan keolahragaan, diwajibkan mengunggah portofolio atau dokumen bukti keterampilan. "Selanjutnya, siswa pelamar mencetak kartu bukti pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN," katanya. Dia melanjutkan siswa pelamar hanya dapat memilih dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diminati. Siswa hanya memilih satu PTN bisa memilih PTN di provinsi mana pun.

Sementara siswa yang memilih lebih dari satu PTN, salah satutu PTN pilihannya harus ada di provinsi yang sama dengan SMA asalnya atau dari provinsi terdekat bila belum terdapat PTN pada provinsi asalnya. "Peserta dapat memilih sebanyak-banyaknya dua program studi pada masing-masing PTN. Urutan dan program studi menyatakan prioritas pilihan," jelas dia. Siswa yang ingin melanjutkan studi di PTN tetapi terkendala dengan biaya dapat mengajukan permohohan bantuan biaya pendidikan melalui program beasiswa Bidikmisi.

SNMPTN adalah pola seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik dengan menggunakan nilai rapor dan prestasi-prestasi lainnya. Seleksi SNMPTN tidak dilakukan melalui tes tertulis, melainkan diseleksi langsung oleh perguruan tinggi yang bersangkutan. Pengumuman hasil seleksi akan diumumkan pada 27 Mei 2014.

Nilai UN Menjadi Pertimbangan Dalam SNMPTN 2014

Ketua SNMPTN 2014 Ganjar Kurnia mengatakan dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2014, proses seleksi penilaian akan melalui tiga indeks. Yakni, indeks siswa, indeks sekolah dan indeks wilayah.

Indeks siswa dinilai melalui nilai rapor, nilai Ujian Nasional (UN) dan prestasi lainnya. Penilaian dari nilai UN ini, ujar Ganjar, diserahkan kepada masing-masing PTN. “Masing-masing PTN berhak memutuskan berapa persen nilai UN mempengaruhi dalam kelulusan SNMPTN, bisa 40 persen, 50 persen, 60 persen,”ujarnya, Senin, (10/2).

Misalnya, kata Ganjar, seorang calon mahasiswa mendaftar SNMPTN 2014 jurusan Kedokteran, maka terserah PTN-nya dalam menilai hasil UN-nya. Bisa saja, PTN akan mempertimbangkan mahasiswa yang nilai kimia dan biologinya paling bagus. Sementara itu Ketua Majelis Rektor PTN Indonesia Idrus Paturusi mengatakan, UN memang mempengaruhi penerimaan dalam SNMPTN.

Misalnya terdapat lima calon mahasiswa ujian SNMPTN-nya hasilnya sama semua, maka yang diambil adalah mahasiswa yang nilai UN-nya lebih bagus dari pada lainnya. Untuk menentukan hasil SNMPTN ini, kata Idrus, pihaknya meminta waktu dua minggu untuk memberikan penilaian. Namun SNMPTN kali ini memang tidak mudah penilaiannya, indeks sekolah juga mempengaruh.

Misalnya saja kakak kelasnya suka tawuran, lalu saat SNMPTN memang masuk namun IPK-nya jelek, maka akan mempengaruhi penilaian indeks sekolah secara menyeluruh. “Ini juga akan berpengaruh terhadap adik kelasnya. Makanya alumni harus tetap menjaga prestasi agar mempermudah adik-adik kelasnya dalam SNMPTN,” ujar Idrus.